Protein
Protein (asal kata protos
dari bahasa Yunani
yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik
kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan
penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Protein
terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam
bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji), sebagai pengatur
keseimbangan kadar asam basa dalam sel dan berperan dalam transportasi hara.
Sebagai zat pembangun untuk membentuk jaringan baru dan zat yang ikut mengatur
berbagai proses di dalam tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung,
kemudian protein akan dibakar ketika keperluan tubuh akan energi tidak
terpenuhi oleh hidrat arang dan lemak. Sebagai salah satu sumber gizi, protein
berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk
asam amino tersebut (heterotrof). Sebanyak 9 jenis asam amino tersebut
dikategorikan esensial dan kita butuh mengkonsumsinya setiap hari karena tidak
diproduksi oleh tubuh. Sementara 11 jenis yang lain bisa diproduksi oleh tubuh
kita sendiri.
Manusia
memiliki puluhan ribu protein yang berbeda, sehingga jumlah kecukupan protein
yang dianjurkan untuk seseoran pun berbeda-beda pula. Ini tergantung pada berat
badan, umur, dan jenis kelamin serta banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif,
seperti otot-otot dan kelenjar. Makin besar dan berat orang itu, semakin
banyaklah jaringan aktifnya, sehingga makin banyak pula protein yang diperlukan
untuk mempertahankan atau memelihara jaringan-jaringan tersebut.
STRUKTUR PROTEIN
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur
primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan
kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino
penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara
itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai
rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen.
Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
• alpha helix
(α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino
berbentuk seperti spiral;
• beta-sheet
(β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang
tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan
hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
• beta-turn,
(β-turn, "lekukan-beta"); dan
• gamma-turn,
(γ-turn, "lekukan-gamma").
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan
struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier
biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara
fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer,
trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur
kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode:
(1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer,
(1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer,
(2) analisis
sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman,
(3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan
(4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
(3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan
(4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi
circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD
dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan
lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari
komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD.
Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan
pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein
juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri
dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain.
Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di
dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan
menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila
struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis
masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan
struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah
struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.
Fungsi Protein Bagi Tubuh
Betapa pentingnya protein
bagi kesehatan tubuh, karena digunakan untuk menunjang perkembangan tubuh dan
bentuk tubuh yang proporsional sehingga tubuh sama sekali tidak boleh
kekurangan protein dalam metabolismenya.
Protein
itu sendiri artinya senyawa organik kompleks berbobot melekul tinggi yang
terdiri dari polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama
lain dengan ikatan peptida. Adapun peran serta fungsi protein bagi tubuh manusia adalah
sebagai berikut ini:
1.
Sebagai pengatur dan pembentuk zat dalam tubuh
Protein
yang terdapat dalam tubuh manusia ini mempunyai tugas sebagai pengatur dan juga
memiliki peranan terhadap proses ketika terjadinya pembentukan zat yang
terdapat didalam tubuh.
2.
Sebagai pembuat sel atau jaringan baru
Proses
pembuatan sel atau jaringan yang baru pada tubuh manusia akan selalu berganti
atau selalu terbentuk sel baru, tugas pembuat sel- sel baru ini dilakukan oleh
protein. Sebagai contohnya pembentukan sel- sel baru pada wanita yang sedang
mengandung, pertambahan usia dan lain sebagainya.
3.
Sebagai penambah kekuatan atau sumber energi
Protein
merupakan sumber energi bagi tubuh manusia karena protein tersebut mengandung
nsur karbon. Ketika kita mengkonsumsi protein maka kekuatan atau energi kita
akan bertambah begitu juga dengan konsentrasi. Ketika kita sedang beraktifitas
atau berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat maka hal tersebut adalah
proses pembakaran pada beberapa jumlah protein dan juga dapat membantu
terjadinya pembentukan sel atau jaringan baru.
Oleh
karena itulah jika anda seorang olahragawan sebaiknya anda lebih banyak
mengkonsumsi protein dari pada karbohidrat. Begitu juga wanita hamil memerlukan
lebih banyak asupan protein agar sel-sel atau jaringan pada janinnya akan
terbentuk dengan sempurna. Mulailah perbanyak mengkonsumsi protein mulai dari
sekarang.
Pertanyaan:
BalasHapusJelaskan Mengapa protein dapat digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang sudah rusak?
karena kan salah satu kandungan gizi yang dibutuhkan protein yang sangat berguna untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.misalnya pada saat cedera atau luka, akan memperbaiki sel-sel yang rusak tersebut.
BalasHapuscontoh protein daging,telur. kandungan albumin pada putih telur sangat bagus untuk membantu proses perbaikan sel,sel kan dapt membelah diri menjadi 2,4, 8 hingga seterusnya sampai milyaran sel dan sel yang rusak akan digantikan dengan sel baru.
Baiklah
BalasHapussaya akan mencoba menjawab
menurut literarture yang saya baca...
Protein berfungsi untuk pertumbuhan sel yaitu mengganti sel yang rusak atau mati KARENA kandungan gizi yang dibutuhkan protein yang sangat berguna untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.misalnya pada saat cedera atau luka, akan memperbaiki sel-sel yang rusak tersebut.contohnya saja pada Protein hewani yaitu protein yang diperoleh dari hewan, misalnya daging, telur, ikan, cumi-cumi, udang, susu dan keju. Protein hewani memiliki asam amino yang lengkap dibandingkan dengan protein nabati dapat berasal dari kacang-kacangan, kelapa, tempe dan tahu.
terimakasih