Senin, 16 Juni 2014



Protein                             

      Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.


Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji), sebagai pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel dan berperan dalam transportasi hara. Sebagai zat pembangun untuk membentuk jaringan baru dan zat yang ikut mengatur berbagai proses di dalam tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung, kemudian protein akan dibakar ketika keperluan tubuh akan energi tidak terpenuhi oleh hidrat arang dan lemak. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Sebanyak 9 jenis asam amino tersebut dikategorikan esensial dan kita butuh mengkonsumsinya setiap hari karena tidak diproduksi oleh tubuh. Sementara 11 jenis yang lain bisa diproduksi oleh tubuh kita sendiri.
Manusia memiliki puluhan ribu protein yang berbeda, sehingga jumlah kecukupan protein yang dianjurkan untuk seseoran pun berbeda-beda pula. Ini tergantung pada berat badan, umur, dan jenis kelamin serta banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif, seperti otot-otot dan kelenjar. Makin besar dan berat orang itu, semakin banyaklah jaringan aktifnya, sehingga makin banyak pula protein yang diperlukan untuk mempertahankan atau memelihara jaringan-jaringan tersebut.


STRUKTUR PROTEIN
Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer (tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
• alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral;
• beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
• beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
• gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").
Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.
Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode:
(1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian  komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer,
(2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman,
(3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan
(4)   penentuan massa molekular dengan spektrometri massa.
Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah.
Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener, setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.


Fungsi Protein Bagi Tubuh
Betapa pentingnya protein bagi kesehatan tubuh, karena digunakan untuk menunjang perkembangan tubuh dan bentuk tubuh yang proporsional sehingga tubuh sama sekali tidak boleh kekurangan protein dalam metabolismenya.
Protein itu sendiri artinya senyawa organik kompleks berbobot melekul tinggi yang terdiri dari polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Adapun peran serta fungsi protein bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut ini:
1. Sebagai pengatur dan pembentuk zat dalam tubuh
Protein yang terdapat dalam tubuh manusia ini mempunyai tugas sebagai pengatur dan juga memiliki peranan terhadap proses ketika terjadinya pembentukan zat yang terdapat didalam tubuh.
2. Sebagai pembuat sel atau jaringan baru
Proses pembuatan sel atau jaringan yang baru pada tubuh manusia akan selalu berganti atau selalu terbentuk sel baru, tugas pembuat sel- sel baru ini dilakukan oleh protein. Sebagai contohnya pembentukan sel- sel baru pada wanita yang sedang mengandung, pertambahan usia dan lain sebagainya.
3. Sebagai penambah kekuatan atau sumber energi
Protein merupakan sumber energi bagi tubuh manusia karena protein tersebut mengandung nsur karbon. Ketika kita mengkonsumsi protein maka kekuatan atau energi kita akan bertambah begitu juga dengan konsentrasi. Ketika kita sedang beraktifitas atau berolahraga dan mengeluarkan banyak keringat maka hal tersebut adalah proses pembakaran pada beberapa jumlah protein dan juga dapat membantu terjadinya pembentukan sel atau jaringan baru.
Oleh karena itulah jika anda seorang olahragawan sebaiknya anda lebih banyak mengkonsumsi protein dari pada karbohidrat. Begitu juga wanita hamil memerlukan lebih banyak asupan protein agar sel-sel atau jaringan pada janinnya akan terbentuk dengan sempurna. Mulailah perbanyak mengkonsumsi protein mulai dari sekarang.



3 komentar:

  1. Pertanyaan:
    Jelaskan Mengapa protein dapat digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang sudah rusak?

    BalasHapus
  2. karena kan salah satu kandungan gizi yang dibutuhkan protein yang sangat berguna untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.misalnya pada saat cedera atau luka, akan memperbaiki sel-sel yang rusak tersebut.
    contoh protein daging,telur. kandungan albumin pada putih telur sangat bagus untuk membantu proses perbaikan sel,sel kan dapt membelah diri menjadi 2,4, 8 hingga seterusnya sampai milyaran sel dan sel yang rusak akan digantikan dengan sel baru.

    BalasHapus
  3. Baiklah
    saya akan mencoba menjawab
    menurut literarture yang saya baca...
    Protein berfungsi untuk pertumbuhan sel yaitu mengganti sel yang rusak atau mati KARENA kandungan gizi yang dibutuhkan protein yang sangat berguna untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak.misalnya pada saat cedera atau luka, akan memperbaiki sel-sel yang rusak tersebut.contohnya saja pada Protein hewani yaitu protein yang diperoleh dari hewan, misalnya daging, telur, ikan, cumi-cumi, udang, susu dan keju. Protein hewani memiliki asam amino yang lengkap dibandingkan dengan protein nabati dapat berasal dari kacang-kacangan, kelapa, tempe dan tahu.
    terimakasih

    BalasHapus